
Operation Blue Skies, program senilai £5 juta yang didukung Inggris dan melibatkan University of Cambridge, akan menguji apakah perubahan ketinggian pesawat komersial yang dipandu AI dapat mengurangi contrail persisten yang menghangatkan iklim di wilayah udara Atlantik Utara. Uji coba ini penting karena contrail persisten memerangkap panas yang keluar dan menyumbang sekitar sepertiga dari total dampak iklim penerbangan.
Fakta utama
- Operation Blue Skies adalah program 30 bulan dengan dua uji coba operasional di wilayah udara samudra Shanwick yang dikendalikan NATS.
- Uji coba direncanakan berlangsung pada jendela pengujian musim dingin 2026–27 dan 2027–28, dengan sekitar 20 hingga 40 hari uji setiap musim dingin.
- Model AI akan mengidentifikasi lokasi dan waktu ketika intervensi ketinggian dapat memberi dampak terbesar terhadap pemanasan terkait contrail.
- Peneliti Cambridge dan Imperial College London akan mengevaluasi hasil serta memverifikasi dampak iklim secara independen.
Mengapa contrail menjadi fokus
Contrail terbentuk ketika uap air dalam gas buang mesin jet mengembun dan membeku di sekitar partikel jelaga serta aerosol lain di atmosfer atas yang dingin dan lembap. Sebagian contrail bertahan lama dan menghangatkan iklim dengan memerangkap panas yang keluar.
Pemodelan atmosfer menunjukkan bahwa wilayah udara Shanwick, yang mencakup separuh timur koridor Atlantik Utara, menyumbang sekitar 5% dari pemanasan contrail global. Bagian signifikan dari pemanasan tersebut terkonsentrasi antara November dan Februari, periode yang menjadi sasaran uji coba musim dingin program ini.
Proyek ini akan menilai apakah perubahan operasional dapat dilakukan dalam praktik dan apakah perubahan tersebut menghasilkan manfaat lingkungan. Pendekatan yang dinyatakan adalah menghindari kondisi atmosfer yang mendukung contrail persisten dan menghangatkan, bukan membuat perubahan luas pada operasi penerbangan komersial normal.
Apa artinya bagi peneliti dan universitas?
Bagi peneliti dan universitas, Operation Blue Skies menghadirkan lingkungan dunia nyata untuk menguji bersama ilmu atmosfer, AI, operasi penerbangan, dan penilaian dampak iklim. University of Cambridge dan Imperial College London akan mengevaluasi hasil uji coba serta memberikan verifikasi independen atas dampak iklim, sementara konsorsium yang lebih luas memadukan mitra akademik, sektor publik, operasional, dan industri.
Program ini melibatkan University of Cambridge, Google, Department for Transport, Met Office, NATS, Contrails.org, dan Imperial College London. Pendanaan hibah pemerintah dialokasikan langsung kepada mitra akademik, nirlaba, dan penerbangan, sedangkan Google UK menyumbang £1,4 juta dalam bentuk keahlian AI, waktu rekayasa, dan infrastruktur komputasi berkinerja tinggi untuk sains iklim terbuka.
Bagaimana Operation Blue Skies akan menguji penghindaran contrail?
Uji coba akan memakai model AI untuk mengidentifikasi peluang berdampak tinggi bagi penyesuaian kecil pada ketinggian, lalu mengoordinasikan manuver tersebut melalui saluran komunikasi pengendalian lalu lintas udara yang telah digunakan. Pengujian akan dilakukan pada periode lalu lintas lebih rendah di musim dingin, terutama pada 2026–27 dan 2027–28, untuk menelaah apakah pendekatan ini aman, dapat diukur, dan praktis di seluruh wilayah udara samudra.
Penyesuaian yang direncanakan bersifat kecil dan tetap berada dalam operasi penerbangan standar. Contrails.org akan membantu menghubungkan prakiraan dan perencanaan operasional, membentuk parameter uji coba, serta mendukung analisis data. Program ini dimaksudkan untuk menguji penghindaran contrail pada skala seluruh wilayah udara dalam lingkungan operasional langsung.
Profesor Steven Barrett, Regius Professor of Engineering di Cambridge, mengatakan bahwa uji coba ini akan menguji kemampuan Inggris untuk mengurangi cakupan contrail dalam kondisi dunia nyata. Kegiatan ini didanai bersama oleh mitra industri dan Department for Transport melalui ATI Programme.
Pertanyaan yang sering diajukan
Kapan dan di mana uji coba akan berlangsung?
Dua uji coba operasional akan berlangsung di wilayah udara samudra Shanwick yang dikendalikan NATS, yang mencakup separuh timur koridor Atlantik Utara. Jendela pengujian utama adalah musim dingin 2026–27 dan 2027–28, dengan sekitar 20 hingga 40 hari uji per musim dingin dan pengujian dijadwalkan pada periode lalu lintas lebih rendah.
Perubahan apa yang akan dilakukan penerbangan peserta?
Program ini akan menguji penyesuaian kecil pada ketinggian penerbangan komersial, dengan AI untuk mengidentifikasi lokasi dan waktu ketika menghindari kondisi pembentuk contrail dapat memberikan manfaat iklim terbesar. Manuver akan dikoordinasikan melalui saluran komunikasi pengendalian lalu lintas udara standar dan tetap berada dalam operasi penerbangan standar.

