
Korea Selatan memperketat pengawasan atas universitas dan agen rekrutmen yang bekerja dengan mahasiswa internasional, mengganti sistem kepatuhan yang sebagian besar sukarela dengan persyaratan wajib. Aturan baru yang diumumkan Kementerian Pendidikan pada 8 September 2026 ini dirancang untuk menaikkan standar rekrutmen, dukungan mahasiswa, dan hasil setelah lulus, seiring negara itu bergerak melampaui pertumbuhan pesat jumlah mahasiswa internasional.
Fakta utama
- Kementerian Pendidikan mengumumkan langkah ini pada 8 September 2026.
- Universitas dan agen rekrutmen akan menerima arahan perilaku pada Oktober dan diminta menandatangani kontrak.
- Dalam sistem IEQAS saat ini, status sertifikasi dapat memberi pemrosesan visa yang lebih lancar, keuntungan beasiswa, atau pembatasan.
- Siklus IEQAS ke-5, yang dijadwalkan berlangsung pada 2029 hingga 2032, akan membuat indikator utama menjadi wajib dan menaikkan ambang bahasa.
Apa artinya ini bagi mahasiswa internasional?
Bagi mahasiswa internasional, perubahan ini ditujukan untuk memperbaiki akurasi informasi rekrutmen, kualitas pengawasan universitas, dan peluang agar mahasiswa yang diterima bisa menyelesaikan studi mereka. Kementerian mengatakan agen harus memberi informasi yang akurat tentang program akademik, hak kerja, peluang pascastudi, proses pengembalian uang kuliah, serta pengembalian biaya kuliah saat visa ditolak.
Dampak praktisnya, pasar penerimaan mahasiswa kemungkinan akan diawasi lebih ketat. Universitas yang memenuhi standar tertinggi akan mempertahankan pemrosesan visa yang lebih cepat dan visibilitas yang lebih baik, sementara institusi yang gagal memperoleh sertifikasi bisa menghadapi pembatasan visa dan batasan untuk merekrut mahasiswa internasional. Kementerian juga berencana menambah dukungan, termasuk beasiswa, bagi mahasiswa terbaik, terutama di bidang STEM dan program yang terkait dengan kebutuhan ekonomi regional serta kesenjangan keterampilan.
- Oktober 2026: universitas dan agensi dijadwalkan menerima kesepakatan perilaku.
- Lebih lanjut pada 2026: Undang-Undang Pendidikan Tinggi akan diamendemen agar ketentuan utama menjadi wajib.
- 2029 hingga 2032: siklus IEQAS ke-5 akan menerapkan standar yang lebih ketat.
- Pada 2030: ambang kemahiran bahasa Korea dan Inggris akan naik dari 40% menjadi 60%.
Mengapa Seoul memperketat aturan sekarang?
Perubahan kebijakan ini mengikuti pertumbuhan cepat dalam jumlah mahasiswa asing dan kekhawatiran yang meningkat bahwa ekspansi melampaui kontrol mutu. Korea Selatan mencapai target menerima 300.000 mahasiswa internasional pada 2027 pada pertengahan 2025, dan pada Februari 2026 jumlah pendaftar asing mencapai 314.000. Itu mendorong pemerintah ke fase internasionalisasi yang lebih selektif, dengan fokus pada kepatuhan, pengalaman mahasiswa, dan hasil.
Kementerian mengatakan langkah baru ini akan mengatasi masalah yang dilaporkan di sektor tersebut, termasuk keterlambatan pengembalian uang kuliah di beberapa junior college, lemahnya kemampuan bahasa Korea, dan keputusan penerimaan yang terlalu bergantung pada diskresi institusi. Salah satu isu yang disebut adalah bahwa beberapa perguruan tinggi menunda pengembalian dana hingga 1 miliar won karena kesulitan keuangan, sementara kekhawatiran lain ialah sebagian mahasiswa diterima meski peluang keberhasilannya rendah.
Bagaimana sertifikasi universitas akan berubah?
International Education Quality Assurance System, atau IEQAS, adalah program jaminan mutu Korea Selatan untuk universitas yang menerima mahasiswa internasional. Dalam siklus ke-4 yang sudah berlaku, universitas harus memenuhi satu indikator wajib lalu memilih enam indikator lain. Mulai Maret 2026, standar tersebut sudah mencakup tolok ukur untuk tingkat tinggal ilegal, kemahiran bahasa Korea, dan angka putus studi.
Status sertifikasi membawa konsekuensi langsung. “Excellent Certified Universities” mendapat pemrosesan visa yang lebih lancar, visibilitas tertinggi di portal resmi Study in Korea, profil pemerintah sebagai kisah sukses, serta kuota prioritas atau preferensial untuk Global Korea Scholarship. “General Certified Universities” mendapat pemrosesan visa yang agak lebih sederhana. Universitas yang tidak tersertifikasi menghadapi pembatasan visa dan batasan untuk merekrut mahasiswa internasional.
Ke depan, siklus IEQAS ke-5 akan mengurangi kelonggaran itu. Indikator utama akan menjadi wajib, bukan dipilih oleh institusi, dan universitas yang berada dalam kesulitan keuangan atau berkinerja buruk pada indikator wajib dapat kehilangan hak penerbitan visa, yang secara efektif menghentikan mereka merekrut lebih banyak mahasiswa internasional.
Apa yang harus dilakukan universitas dan agen secara berbeda?
Aturan perilaku baru akan mencakup cara universitas dan agen rekrutmen bekerja sama. Menurut rencana kementerian, kedua pihak akan menandatangani dan mengikuti kontrak yang menetapkan perilaku yang dapat diterima dalam merekrut dan menampung mahasiswa, dan perubahan hukum berikutnya akan menjadikan ketentuan utama bersifat wajib.
Di antara kewajiban yang disebutkan adalah memberikan informasi yang akurat tentang program, hak kerja, dan peluang pascastudi; menghindari iklan yang menyesatkan atau berlebihan; menjelaskan proses dan jumlah pengembalian uang kuliah; serta mengembalikan biaya kuliah yang dibayar mahasiswa jika visa mereka ditolak. Agen juga harus memberikan informasi yang diminta universitas, dan universitas perlu memantau praktik rekrutmen agen dengan lebih ketat.
Apa langkah berikutnya bagi universitas Korea?
Langkah langsung berikutnya adalah arahan pada Oktober untuk universitas dan agensi, lalu perubahan legislatif pada akhir tahun. Setelah itu, sistem bergerak menuju penegakan yang lebih ketat melalui Undang-Undang Pendidikan Tinggi yang direvisi dan siklus IEQAS berikutnya.
Bagi universitas, pesannya jelas: mempertahankan sertifikasi akan menjadi lebih penting, dan konsekuensi atas kepatuhan yang lemah akan lebih berat. Bagi mahasiswa, perubahan ini dapat berarti perlindungan yang lebih kuat dan kecocokan yang lebih baik antara pelamar, institusi, dan program, terutama di tempat rekrutmen sebelumnya sangat bergantung pada agen.
Pertanyaan yang sering diajukan
Kapan aturan perilaku baru mulai berlaku?
Kementerian mengatakan universitas dan agen rekrutmen akan menerima arahan pada Oktober 2026 dan menandatangani kontrak yang menetapkan persyaratan perilaku. Lebih lanjut pada 2026, pemerintah berencana mengamendemen Undang-Undang Pendidikan Tinggi agar ketentuan utama menjadi wajib.
Apa yang terjadi jika universitas gagal memenuhi standar baru?
Universitas yang tidak memperoleh sertifikasi bisa menghadapi pembatasan visa dan batasan untuk merekrut mahasiswa internasional. Dalam siklus IEQAS ke-5 yang direncanakan, institusi yang berkinerja buruk pada indikator wajib atau berada dalam kesulitan keuangan dapat kehilangan hak penerbitan visa sepenuhnya.

