NYU SPS membuka kursus tentang apa yang membuat karya modern menjadi mahakarya

Diterbitkan: 4 mnt baca

Date:

NYU School of Professional Studies menawarkan kursus yang menelaah mengapa sejumlah karya abad ke-20 kemudian dianggap sebagai mahakarya modern, meski pada awalnya memecah pendapat publik. Kelas ini berfokus pada karya-karya berpengaruh dan kontroversial dari Pablo Picasso, James Joyce, Igor Stravinsky, Marcel Duchamp, Gertrude Stein, dan John Cage, serta menggabungkan diskusi kelas dengan kunjungan museum di New York City.

Fakta utama

  • Kursus ini membahas bagaimana karya modern penting menantang standar artistik yang berlaku dan kemudian memperoleh makna budaya yang lebih besar.
  • Karya yang disebut dalam deskripsi mencakup Les Demoiselles d’Avignon, Ulysses, The Rite of Spring, Fountain, The Making of Americans, dan 4’33’’.
  • Mahasiswa akan menggunakan esai Gertrude Stein What Are Masterpieces and Why Are There So Few of Them sebagai kerangka menilai mahakarya.
  • Kursus ini mencakup kunjungan lapangan ke Guggenheim Museum dan Metropolitan Museum of Art.
  • Pendaftaran direkomendasikan setidaknya tiga minggu sebelum tanggal mulai kursus, dan daftar kursus menyebut pendaftaran sudah ditutup.

Apa arti kursus ini bagi mahasiswa dan profesional seni?

Kursus ini ditujukan bagi pecinta seni, calon profesional seni, dan profesional seni yang sudah bekerja yang ingin mempelajari bagaimana karya modern pada awalnya diterima dan bagaimana reputasinya berubah dari waktu ke waktu. Pendekatannya membantu peserta menganalisis inovasi artistik melalui contoh historis, bukan memperlakukan mahakarya sebagai sesuatu yang tetap atau otomatis diakui.

Bagi mahasiswa dan profesional yang mempertimbangkan kelas ini, nilai praktisnya ada pada gabungan studi kritis dan pengamatan langsung di lokasi. Daftar kursus menyebut peserta akan menganalisis karya modern yang memicu perdebatan, menerapkan kriteria untuk menilai mahakarya dari perspektif historis dan kontemporer, serta berinteraksi langsung dengan koleksi museum di New York City.

  • Untuk siapa: Pecinta seni, calon profesional seni, dan profesional seni yang sudah bekerja.
  • Di mana: Studi kelas dengan kunjungan ke Guggenheim Museum dan Metropolitan Museum of Art.
  • Yang dipelajari: Karya modern dalam seni, sastra, dan musik, plus esai Stein tentang mahakarya.
  • Waktu: Pendaftaran direkomendasikan setidaknya tiga minggu sebelum kursus dimulai, tetapi daftar menyatakan pendaftaran sudah ditutup.

Bagaimana kursus ini mendefinisikan mahakarya modern?

Kursus ini meminta mahasiswa menelaah bagaimana karya yang dulu kontroversial atau provokatif dapat dipandang sebagai karya penting secara budaya. Esai Gertrude Stein dipakai sebagai kerangka untuk menilai mahakarya dan mendorong peserta membentuk penilaian mereka sendiri.

Pendekatannya bersifat lintas disiplin. Deskripsi mata kuliah menggabungkan lukisan, sastra, musik, dan seni konseptual, yang menunjukkan bahwa kelas ini dirancang untuk menguji bagaimana standar artistik bergeser lintas medium dan lintas waktu.

Karya apa saja yang masuk dalam silabus?

Deskripsi kursus secara spesifik menyebut Les Demoiselles d’Avignon karya Picasso, Ulysses karya Joyce, The Rite of Spring karya Stravinsky, Fountain karya Duchamp, The Making of Americans karya Stein, dan 4’33’’ karya Cage. Kursus itu juga mencatat kunjungan ke Metropolitan Museum of Art untuk melihat potret Gertrude Stein karya Picasso dan favorit modern lainnya.

Pilihan tersebut menegaskan tema utama kursus: karya-karya yang awalnya diperdebatkan dan kemudian membentuk gagasan yang lebih luas tentang seni modern dan keunggulan sastra.

Mengapa kunjungan museum penting?

Daftar kursus memasukkan kunjungan lapangan agar mahasiswa dapat berinteraksi langsung dengan karya dan konteks institusionalnya. Salah satu kunjungan adalah ke Guggenheim Museum untuk mengeksplorasi landmark arsitektur Frank Lloyd Wright, dan satu lagi ke Metropolitan Museum of Art untuk melihat potret Gertrude Stein karya Picasso.

Struktur ini memberi kursus dimensi praktis. Alih-alih hanya mengandalkan bacaan dan kuliah, mahasiswa diminta membandingkan gagasan kritis dengan objek dan ruang yang bisa mereka lihat secara langsung.

Siapa yang masih bisa mendaftar?

Halaman kursus menyebut pendaftaran direkomendasikan setidaknya tiga minggu sebelum tanggal mulai kursus, tetapi juga menyatakan bahwa pendaftaran sudah ditutup. Artinya, daftar tersebut saat ini tidak menerima pendaftaran baru.

Mereka yang tertarik pada penawaran serupa perlu memantau pembukaan berikutnya atau kursus terkait dari program yang sama, karena halaman yang dipublikasikan tidak menunjukkan bahwa sesi ini masih tersedia.

Share post:

Subscribe

Popular

More like this
Related

Roshni Riar mengembangkan proyek MFA UBC tentang sejarah Panjabi yang diwariskan melalui puisi

Roshni Riar, mahasiswa Master of Fine Arts di UBC, memakai beasiswa Canada Graduate Research Scholarships Master’s untuk mengerjakan manuskrip puisi enam bagian tentang sejarah Panjabi yang diwariskan, trauma antargenerasi, dan pengetahuan budaya.

Universitas Ibadan keluarkan pemberitahuan kepada pejabat fakultas soal penerimaan gelar, pemberian diploma, dan perayaan Hari Yayasan ke-78

Universitas Ibadan menerbitkan pemberitahuan untuk pejabat fakultas terkait penerimaan gelar, pemberian diploma dan sertifikat, serta perayaan Hari Yayasan ke-78.

OfS usulkan pengaitan DAP ke rating TEF yang lebih tinggi

Office for Students ingin penyedia menunjukkan kinerja TEF Silver atau Gold sebelum bisa mengajukan atau memperpanjang degree-awarding powers, sementara rating lebih rendah dapat membatasi kelayakan di masa depan.

Peneliti MIT dan Tianjin University membuat perangkat lunak desain untuk objek cetak 3D yang sadar diri

Peneliti di MIT CSAIL dan Tianjin University mengatakan perangkat lunak X-Hinges mereka dapat membantu mencetak objek 3D dengan sensor tertanam yang menangkap gerakan lebih baik, mengurangi interferensi sinyal, dan merespons lebih dari satu arah.