
Thayer “Ted” Scudder, satu-satunya profesor antropologi Caltech pada paruh akhir abad ke-20, wafat pada 22 Oktober dalam usia 96 tahun. Di Caltech, ia membantu mengarahkan divisi humaniora menuju status riset penuh, sementara karya ilmiahnya dikenal secara internasional melalui studi jangka panjang tentang biaya sosial dan lingkungan dari bendungan besar serta pemindahan paksa warga.
Fakta utama
- Scudder bergabung dengan yang saat itu masih bernama Division of Humanities pada 1964 dan terus mengajar di HSS hingga menjadi emeritus pada 2000.
- Ia dikenal sebagai spesialis utama soal bendungan dan pemindahan komunitas yang terdampak pembangunan wilayah sungai.
- Risetnya mengikuti populasi terdampak lintas beberapa generasi di Afrika, India, Nepal, Yordania, Indonesia, Malaysia, Filipina, Sri Lanka, dan Amerika Serikat.
- Ia ikut mendirikan Institute for Development Anthropology pada 1976 dan kemudian duduk di World Commission on Dams dari 1998 hingga 2000.
- Caltech menyebutnya sebagai penerima pertama ASCIT teaching award tiga kali, dan ia bersama istrinya membentuk Eliza and Thayer Scudder Professorship in the Social Sciences pada 2021.
Apa arti warisan Scudder bagi mahasiswa dan dosen Caltech?
Karier Scudder menunjukkan bahwa humaniora dan ilmu sosial di Caltech dapat memengaruhi kebijakan internasional sekaligus pembelajaran di kelas. Karyanya tentang bendungan, resettlement, dan studi lapangan jangka panjang memberi contoh riset yang mengikuti komunitas selama puluhan tahun, bukan menganggap dampak proyek selesai dalam waktu singkat.
Bagi mahasiswa dan dosen di HSS, pelajarannya jelas: riset di Caltech bisa menghubungkan kajian mendalam dengan konsekuensi publik. Scudder mengajar antropologi pengantar serta mata kuliah tentang antropologi sosial, populasi mayoritas berpendapatan rendah, dan masyarakat adat di bawah globalisasi, sambil membangun karya yang memengaruhi debat tentang proyek pembangunan dan biaya manusianya.
- Pengajaran dan risetnya tetap terkait dengan sejarah HSS sebagai divisi riset.
- Profesi bergelar atas namanya, yang didirikan pada 2021, melanjutkan dukungan dirinya dan istrinya untuk ilmu sosial di Caltech.
- Kariernya menjadi model riset lapangan jangka panjang yang relevan bagi kebijakan.
Bagaimana Scudder mengubah antropologi di Caltech?
Ia membantu mengubah divisi yang berorientasi pengajaran menjadi operasi riset penuh dan menjadi tokoh sentral dalam munculnya ilmu sosial di Caltech. Karyanya berkontribusi pada perubahan nama divisi menjadi Division of the Humanities and Social Sciences pada 1966 dan pada pembentukan program PhD ilmu sosial pada 1974.
Scudder bergabung dengan Caltech pada 1964 dan tetap mengajar hingga pensiun pada 2000. Rekan-rekannya menilai ia membawa integritas intelektual, ketelitian empiris, dan komitmen kuat terhadap pengajaran, sementara risetnya berfokus pada dampak jangka panjang pembangunan bendungan dan pemindahan paksa penduduk.
Mengapa pemindahan akibat bendungan menjadi kerja hidup Scudder?
Scudder awalnya tertarik pada wilayah pegunungan Afrika, tetapi kerja lapangannya bersama Gwembe Tonga di wilayah yang kini menjadi Zambia mengubah arah kariernya ke studi tentang komunitas yang dipindahkan akibat proyek bendungan besar. Riset itu kemudian meluas ke Mesir, India, China, Indonesia, Sri Lanka, Laos, dan wilayah lain.
Seiring waktu, ia menyimpulkan bahwa bendungan besar kerap menimbulkan kerusakan jangka panjang yang serius jika ditelaah lintas generasi. Temuannya membantu melindungi lahan dan mata pencaharian di sejumlah negara serta memengaruhi perdebatan besar tentang bagaimana proyek pembangunan seharusnya dievaluasi.
Siapa Ted Scudder di luar risetnya?
Lahir pada 1930 dan dibesarkan di Swarthmore, Pennsylvania, Scudder bersekolah di Phillips Exeter Academy sebelum kuliah di Harvard University. Ia dikenal menyukai pendakian gunung dan ornitologi, memimpin ekspedisi Alaska Range pada 1952, dan kemudian belajar di Yale Divinity School sebelum kembali ke Harvard untuk antropologi.
Caltech menyebut ia meninggalkan seorang putri, Alice Thayer Scudder, dan tiga cucu, serta mendahului istrinya dan putri Eliza “Lydee” Scudder.

