
Asisten profesor astronomi Caltech Kareem El-Badry terpilih sebagai salah satu dari 20 Packard Fellow 2026. Fellowship ini memberikan dukungan tak dibatasi senilai sedikit di bawah $990.000 selama lima tahun, dengan dana yang dapat dipakai untuk peralatan, anggota tim, perjalanan, atau penitipan anak sesuai kebutuhan riset yang berubah.
Fakta utama
- El-Badry adalah asisten profesor astronomi di Caltech.
- Ia dipilih sebagai salah satu dari 20 Packard Fellow 2026.
- Packard Fellowships memberi dana tak dibatasi sedikit di bawah $990.000 selama lima tahun.
- Risetnya berfokus pada populasi lubang hitam dan bintang neutron yang tersembunyi.
- Ia akan memakai data baru dari Gaia dan misi NASA termasuk SPHEREx, Nancy Grace Roman Space Telescope, dan UVEX.
Apa artinya bagi mahasiswa dan peneliti awal karier?
Penghargaan ini memperkuat kemampuan El-Badry untuk mengejar proyek astronomi berbasis data besar yang dapat memengaruhi pelatihan, kolaborasi, dan peluang riset di Caltech dan sekitarnya. Bagi peneliti awal karier, model Packard menonjol karena memberi fleksibilitas alih-alih struktur hibah yang kaku.
Menurut yayasan, para fellow memutuskan sendiri bagaimana dana digunakan untuk kebutuhan riset seperti peralatan baru, peneliti tambahan di tim, perjalanan konferensi, atau biaya penitipan anak pada tahun-tahun awal menjalankan laboratorium. Fleksibilitas ini penting bagi mahasiswa pascasarjana, postdoc, dan dosen junior di bidang yang sarat data, di mana prioritas bisa cepat berubah ketika hasil baru muncul.
- Lokasi: Caltech, dalam riset astronomi yang terkait data Gaia dan misi NASA.
- Jangka waktu pendanaan: lima tahun.
- Tingkat dukungan: sedikit di bawah $990.000 dalam dana tak dibatasi.
- Dampak praktis: ruang lebih besar untuk menindaklanjuti temuan tak terduga dan membangun tim riset.
Mengapa lubang hitam tersembunyi menjadi inti kerja El-Badry?
Lubang hitam sulit diamati secara langsung, sehingga El-Badry mencari pengaruhnya pada bintang-bintang di sekitarnya. Ia menggunakan data survei skala besar, termasuk Gaia, serta spektroskopi terarah untuk mengidentifikasi gerakan bintang yang mengungkap pendamping tak terlihat. Pendekatan itu telah membantunya menemukan lubang hitam terdekat yang diketahui dari Bumi, 21 bintang neutron tersembunyi yang mengorbit bintang mirip Matahari, dan lubang hitam pertama yang diketahui dalam sistem tiga bintang.
Tujuan lebih luasnya adalah menggunakan massa, kecepatan, dan pendamping objek kompak tersembunyi untuk merekonstruksi bagaimana bintang masif hidup dan mati. Dalam kata-katanya, bintang-bintang mati itu membentuk “kuburan bintang” berisi lubang hitam dan bintang neutron.
Bagaimana El-Badry mengetahui fellowship ini?
Ia mengetahui penghargaan itu saat panggilan Zoom yang diatur oleh Hirosi Ooguri, Ketua Kepemimpinan Kent dan Joyce Kresa di Divisi Fisika, Matematika, dan Astronomi Caltech. Ooguri mengundangnya untuk membahas risetnya, tetapi seorang perwakilan Packard Foundation ikut bergabung di panggilan itu untuk menyampaikan kabar tersebut.
El-Badry mengatakan ia semula mengira pertemuan itu rutin dan sempat bertanya-tanya apakah ia telah melakukan kesalahan ketika orang lain muncul di panggilan. Ooguri mengatakan El-Badry punya kemampuan kuat mengubah kumpulan data astronomi besar menjadi penemuan tentang evolusi bintang.
Apa langkah berikutnya untuk risetnya?
El-Badry mengatakan ia menantikan data baru dari Gaia serta misi NASA termasuk SPHEREx, Nancy Grace Roman Space Telescope, dan UVEX, tempat ia menjadi anggota tim. Kumpulan data itu akan memberinya lebih banyak bahan untuk menemukan dan mengkarakterisasi lubang hitam dan bintang neutron tersembunyi.
Latar belakangnya mencakup gelar sarjana dari Yale University, PhD dalam astrofisika dari UC Berkeley, dan riset pascadoktoral di Harvard & Smithsonian Center for Astrophysics sebelum bergabung dengan Caltech. Pada 2025, ia juga dinobatkan sebagai Sloan Research Fellow dan MacArthur Fellow.

