
Es laut musim dingin di Arktik diperkirakan bisa menyusut sekitar satu juta kilometer persegi lebih banyak daripada estimasi sebelumnya, setelah peneliti memakai bukti dari periode yang lebih hangat 6.000 tahun lalu untuk memperbaiki proyeksi model iklim. Studi yang terbit di Nature Geoscience ini penting karena es laut musim dingin membantu membentuk cuaca jauh di luar Arktik, termasuk di Inggris dan seluruh Eropa.
Fakta kunci
- Peneliti dari University of Cambridge dan Centro de Investigación en Matemáticas memakai biomarker inti sedimen untuk merekonstruksi es laut musim dingin Arktik di masa lalu.
- Studi ini berfokus pada mid-Holocene, periode lebih hangat ketika perubahan halus pada orbit Bumi mengurangi tutupan es laut di Arktik.
- Dengan Bayesian weighting, tim menyesuaikan 27 model iklim berdasarkan seberapa baik model itu cocok dengan bukti kuno.
- Proyeksi yang direvisi menurunkan estimasi es laut musim dingin masa depan sekitar satu juta kilometer persegi dan mengurangi ketidakpastian hingga 85%.
- Para penulis mengatakan bobot model yang diperbarui juga dapat memengaruhi proyeksi salju di tenggara Greenland dan curah hujan di Mediterania.
Apa artinya ini bagi mahasiswa, peneliti, dan universitas
Dampak paling jelas terlihat bagi peneliti iklim dan mahasiswa yang bekerja pada perubahan Arktik, paleoklimat, dan validasi model. Studi ini menunjukkan bahwa data lingkungan kuno dapat dipakai untuk menguji dan menyempurnakan simulasi iklim masa depan, bukan diperlakukan sebagai catatan terpisah dari proyeksi.
Untuk tim universitas dan peneliti pascasarjana, pelajaran praktisnya bersifat metodologis: studi ini menghubungkan data biomarker dari inti sedimen laut dengan pendekatan statistik yang memberi bobot ulang pada model berdasarkan seberapa akurat model itu mereproduksi kondisi es laut kuno. Pendekatan itu dapat membantu mempertajam proyeksi kondisi Arktik musim dingin dan dampak terkait di luar Arktik.
- Basis bukti: biomarker es laut dari inti sedimen.
- Metode: Bayesian weighting diterapkan pada 27 model iklim.
- Hasil: proyeksi es laut musim dingin lebih rendah dan ketidakpastian lebih sempit.
- Area tindak lanjut potensial: salju Greenland tenggara, curah hujan Mediterania, dan riset risiko iklim terkait.
Mengapa es laut musim dingin lebih penting daripada yang banyak orang kira?
Es musim panas Arktik paling sering jadi sorotan publik, tetapi musim dingin justru tempat model iklim paling banyak berbeda pendapat. Itu penting karena tutupan es musim dingin mengatur pelepasan panas dan uap air ke atmosfer, sehingga memengaruhi pola cuaca jauh di luar wilayah Arktik.
Studi ini mengaitkan penyusutan es laut musim dingin dengan musim dingin yang lebih dingin dan salju yang lebih lebat di Inggris, Eropa utara, dan Amerika Utara. Para peneliti mengatakan proyeksi yang direvisi itu dapat memperjelas pemahaman tentang kondisi musim dingin masa depan di Eropa, bukan hanya perubahan di Samudra Arktik.
Bagaimana petunjuk kuno Arktik mengubah prakiraan?
Para peneliti menyusun basis data terbesar sejauh ini dari biomarker es laut bernama IP25, yang dihasilkan oleh alga yang hidup di es laut. Mereka membandingkan pengukuran kuno itu dengan biomarker pelengkap dari organisme air terbuka untuk memperkirakan seberapa luas es menutupi Arktik ribuan tahun lalu.
Rekonstruksi itu lalu dicocokkan dengan simulasi dari 27 model iklim. Dengan memberi bobot lebih besar pada model yang lebih baik mereproduksi kondisi es laut mid-Holocene, tim ini mengurangi bias positif dalam simulasi historis dan menghasilkan proyeksi masa depan yang lebih rendah.
Apa lagi yang bisa berubah?
Studi ini menyebut dampaknya mungkin melampaui es laut itu sendiri. Saat bobot model yang direvisi diterapkan pada proyeksi curah hujan, hasilnya menunjukkan salju di tenggara Greenland dan curah hujan di Mediterania juga mungkin diremehkan.
Hal itu bisa berpengaruh pada stabilitas lapisan es Greenland dan pada risiko banjir di Eropa selatan pada masa depan. Para penulis juga mencatat bahwa meski mid-Holocene menghangat karena alasan yang berbeda dengan saat ini, es laut tetap merespons pemanasan dengan cara fisik yang sama.
Apa artinya ini bagi Arktik dalam beberapa dekade ke depan?
Artinya, sebagian prakiraan yang ada mungkin terlalu optimistis soal seberapa banyak es laut musim dingin yang akan tersisa. Temuan inti studi ini bukan bahwa es musim dingin Arktik akan hilang dalam satu langkah, melainkan bahwa jumlah es yang tersisa pada musim dingin mendatang bisa lebih rendah daripada estimasi model sebelumnya.
Dengan mengaitkan kinerja model pada bukti paleoklimat, para peneliti mengatakan mereka dapat menghasilkan peta yang lebih andal tentang di mana es laut musim dingin Arktik kemungkinan akan menghilang dan seberapa besar ketidakpastian yang masih tersisa.

