
Munk School of Global Affairs & Public Policy di University of Toronto telah meluncurkan program gelar ganda pertamanya di Asia bersama University of Tokyo. Mulai 2027, peserta akan bisa meraih dua gelar master kebijakan publik dalam dua tahun, dengan studi bergantian antara Toronto dan Tokyo.
Fakta utama
- Kemitraan ini melibatkan Munk School dan Graduate School of Public Policy di University of Tokyo.
- Mahasiswa dalam program ini akan memperoleh gelar Master of Public Policy dari Munk dan Master of Public Policy dari University of Tokyo.
- Angkatan pertama akan didukung oleh Indo-Pacific Regional Connectivity Envelope dari Global Affairs Canada, yang menanggung penuh biaya kuliah University of Tokyo dan biaya perjalanan.
- Pengajuan aplikasi jatuh tempo pada Januari 2026, dan kandidat terpilih akan mulai pada September 2027.
- Program ini dirancang untuk membangun keahlian kebijakan bagi pekerjaan di pemerintahan, organisasi internasional, organisasi non-pemerintah, dan sektor swasta.
Apa arti program Toronto–Tokyo yang baru ini bagi pendaftar?
Program baru ini memberi pendaftar yang lolos kesempatan belajar kebijakan publik di dua kota global dan pulang dengan dua kredensial pascasarjana. Program ini ditujukan bagi kandidat yang ingin pelatihan dalam kerja sama internasional dan kebijakan komparatif, dengan studi dibagi antara Toronto dan Tokyo selama dua tahun.
Angkatan pertama memiliki keuntungan pendanaan yang jelas: Indo-Pacific Regional Connectivity Envelope dari Global Affairs Canada akan menanggung penuh biaya kuliah University of Tokyo dan biaya perjalanan. Pendaftar harus memenuhi tenggat Januari 2026, dan mereka yang terpilih akan memulai program pada September 2027.
- Siapa yang terdampak: calon mahasiswa pascasarjana kebijakan publik.
- Di mana: Toronto, Kanada, dan Tokyo, Jepang.
- Pendanaan: biaya kuliah dan perjalanan ke Tokyo ditanggung penuh untuk angkatan pertama.
- Langkah berikutnya: ajukan aplikasi sebelum Januari 2026.
Mengapa kemitraan ini penting sekarang?
Munk School menyebut program ini mencerminkan peran University of Toronto yang makin besar sebagai pusat riset, pengajaran, dan dialog kebijakan Kanada–Jepang. Langkah ini juga muncul ketika Kanada dan Jepang memperdalam hubungan di berbagai bidang kebijakan dan diplomasi, termasuk Comprehensive Strategic Partnership yang diumumkan oleh Perdana Menteri Carney dan Takaichi pada Maret 2026.
Bagi mahasiswa, nilai program ini bukan hanya dua gelar. Strukturnya dirancang untuk memperkenalkan peserta pada tradisi kebijakan, lingkungan kelembagaan, dan konteks ekonomi yang berbeda. Sekolah itu menilai perbandingan semacam ini berguna terutama untuk isu yang dihadapi kedua negara, termasuk populasi yang menua, tekanan produktivitas, dan kebutuhan menghadapi rivalitas kekuatan besar.
Apa yang akan dipelajari mahasiswa di dua universitas itu?
Mahasiswa akan memperoleh Master of Public Policy dari Munk School dan Master of Public Policy dari Graduate School of Public Policy University of Tokyo, yang juga dikenal sebagai GraSPP. Program ini ditujukan untuk mempersiapkan lulusan bagi peran kepemimpinan di pemerintahan, organisasi internasional, organisasi non-pemerintah, dan sektor swasta.
Phillip Lipscy, direktur Centre for the Study of Global Japan di Munk School, mengatakan kemitraan ini juga akan membuka peluang bagi mahasiswa dari Jepang untuk belajar di Toronto dan bekerja dengan dosen Munk. Randall Hansen, direktur kemitraan internasional sekolah itu, mengatakan format ini menawarkan kesempatan untuk membandingkan bagaimana Kanada dan Jepang merespons tantangan ekonomi yang sama tetapi berbeda strukturnya.
Apa langkah berikutnya bagi pendaftar?
Aplikasi untuk gelar ganda baru ini jatuh tempo pada Januari 2026. Kandidat yang lolos akan mulai program pada September 2027, memberi waktu bagi mahasiswa terpilih untuk merencanakan jalur pascasarjana lintas dua negara yang mencakup studi di Toronto dan Tokyo.
Skema ini merupakan program gelar ganda pertama Munk School di Asia dan menambah jalur internasional baru bagi mahasiswa yang tertarik pada kebijakan komparatif, hubungan Kanada–Jepang, dan isu kebijakan Indo-Pasifik yang lebih luas.

