
Pendaftaran Commonwealth PhD Scholarships 2027-28 di Inggris sudah dibuka untuk studi doktoral bagi mahasiswa dari negara paling kurang berkembang dan negara rentan Persemakmuran. Skema ini penting karena menekan hambatan biaya utama, termasuk biaya kuliah dan biaya hidup, bagi pelamar yang memenuhi kriteria prestasi dan fokus pembangunan program.
Fakta utama
- Beasiswa ini dibuka untuk studi PhD di Inggris.
- Sasarannya adalah pelamar dari negara paling kurang berkembang dan negara rentan Persemakmuran.
- Pendanaan mencakup biaya kuliah penuh, tiket pesawat pulang-pergi, tunjangan hidup, akomodasi, dan hibah untuk perjalanan akademik internasional.
- Sistem beasiswa ini tidak mensyaratkan IELTS atau sertifikat bahasa Inggris lain, meski universitas Inggris tertentu masih bisa meminta dokumen tersebut.
- Seleksi didasarkan pada prestasi akademik, kualitas rencana studi, dan dampak yang mungkin timbul bagi negara asal pelamar.
Apa artinya bagi mahasiswa
Bagi pelamar yang memenuhi syarat, manfaat utamanya adalah sisi finansial: beasiswa ini dirancang untuk mendukung studi doktoral di Inggris tanpa beban awal biaya kuliah dan kebutuhan harian yang biasanya besar. Program ini ditujukan bagi mahasiswa berprestasi dari negara yang mungkin tidak dapat membiayai studi luar negeri, dan juga menilai sejauh mana riset yang diajukan dapat berkontribusi pada pembangunan di negara asal.
Beasiswa ini tidak hanya dimaksudkan untuk mendukung studi, tetapi juga untuk membangun pengetahuan, keterampilan, dan kapasitas kepemimpinan yang dapat dimanfaatkan di negara asal setelah selesai. Pelamar juga perlu mencatat bahwa persyaratan bahasa Inggris bisa berbeda di tiap universitas, sehingga kebijakan tanpa IELTS dari skema beasiswa tidak otomatis menghapus syarat tingkat institusi.
- Siapa yang bisa mendaftar: mahasiswa dari negara paling kurang berkembang dan negara rentan Persemakmuran.
- Yang didanai: biaya kuliah, tiket pulang-pergi, tunjangan hidup, akomodasi, dan perjalanan akademik internasional.
- Yang dinilai dalam seleksi: prestasi, kualitas rencana studi, dan dampak pembangunan.
Tema apa saja yang dicakup?
Siklus beasiswa 2027 dijelaskan melalui enam tema pembangunan: peningkatan sistem dan kapasitas kesehatan, ilmu pengetahuan dan teknologi untuk pembangunan, promosi inovasi dan kewirausahaan, penguatan ketahanan dan respons terhadap krisis, akses, inklusi, dan peluang, serta penguatan perdamaian global, keamanan, dan tata kelola.
Tema-tema itu menunjukkan bahwa penghargaan ini bukan hanya soal kinerja akademik. Program ini juga mencari riset yang terhubung dengan tantangan publik, sosial, dan pembangunan yang lebih luas di negara atau kawasan asal pelamar.
Bagaimana beasiswa ini dinilai?
Skema ini bersifat berbasis prestasi, dengan seleksi yang dikaitkan pada prestasi akademik, kualitas rencana studi, dan dampak yang diperkirakan terhadap pembangunan negara asal pelamar. Artinya, proposal yang kuat dan gambaran dampak yang jelas menjadi inti aplikasi, selain capaian akademik.
Program ini didanai oleh UK Foreign, Commonwealth and Development Office dan berada dalam Commonwealth Scholarship and Fellowship Plan yang dibentuk pada 1959 serta telah memberikan beasiswa atau fellowship kepada lebih dari 30.000 orang, termasuk 28.500 yang didanai pemerintah Inggris melalui Commonwealth Scholarship Commission.
Mengapa ini penting bagi pelamar PhD internasional?
Bagi kandidat doktoral yang menghadapi biaya studi luar negeri yang tinggi, beasiswa ini menawarkan jalan menuju pelatihan riset tingkat lanjut di institusi Inggris tanpa harus membiayai seluruh program secara mandiri. Program ini juga menunjukkan preferensi pada pelamar yang karyanya dapat mendukung prioritas pembangunan di negara asal, sehingga relevan bagi riset yang memiliki nilai sosial atau kebijakan.

